Slider

Islam Menjawab

Nabi Muhammad SAW

Islam Bertanya

Perjanjian Baru

Perjanjian Lama

Perjanjian Terakhir

Dialog Islam Kristen

Yesus Adalah Permulaan Dari Ciptaan Allah!


Berikut adalah rekaman upaya seorang Pendeta Gereja Kristen Pasundan Indonesia (GKPI) Tangerang yang sudah lama kita kenal di fesbuk, yaitu Pdt. Gerry Atje - biasa GM panggil dengan sebutan dik Pendeta Gerry - yang coba meluruskan cara pandang GM atas doktrin keilahian Yesus Kristus (pbuh) dan konsep ketuhanan Trinitas yang (tentu saja) menurutnya salah. 

Ini adalah "aksi gagah" ke sekian kali sang pendeta yang lebih memilih "membuka lapak khusus" untuk merespon TS-GM daripada berdolah-dalih di masing-masing TS yang ingin dibantahnya, sangat boleh jadi karena terdorong keinginan agar pembaca melihat kesungguhannya untuk menjelaskan pembenaran iman kristen kepada GM dan netter Muslim pada umumnya. 

Lapak khusus pendeta kita ini dibanjiri hingga 1K komentar responden, namun sepetrti biasa, lagi-lagi menyebabkan kekecewaan disana-sini bagi responden serius yang cuma di ajak berputar-putar tanpa mendapatkan jawaban tegas untuk hal-hal serius yang mereka tanyakan. 

Tanpa mengurangi respect kepada saudara-saudara Muslim yang sudah membuat sang pendeta berputar-putar di lapaknya sendiri, terutama agar tidak ada klaim "saya dikeroyok" yang sudah lama menjadi  modus  ampuh sang pendeta tiap kali kedodoran di lapak sendiri, maka di sini hanya akan disajikan dokumentasi dialog antara GM dengan Pendeta kita saja, dengan sedikit sisipan komentar  yang dianggap relevans dari beberapa responden lain. 






SUMMARY
GM memutuskan untuk berhenti berdolah-dalih dengan Pendeta kita sampai di sini, karena punya cukup alasan untuk percaya bahwa dia tidak akan menjawab secara jujur pertanyaan konfirmasi yang ditujukan padanya.

Ini dapat dilihat dari bagaimana gigihnya pendeta kita ini coba berkelit dengan cara terus mengulang-ulang "tantangannya" kepada GM dan setiap orang di lapak khususnya untuk berzum-dan-yutub-ria (bahkan dengan mengaitkan  beberapa nama individu dan lembaga tertentu yang sama sekali tidak ada urusan dengan lapaknya), bukan untuk menjawab pertanyaan ringan GM, melainkan agar berpeluang ceramah panjang lebar tentang berbagai teori mengenai Yesus Kristus (silahkan simak link yang direkomendasikannya di sini dan di sini) yang dipercayainya ampuh untuk membuat lawan bicara memahami pembenaran iman yang selama ini diyakininya.
Sedangkan bagi GM, ini cuma upaya berkelit dari seorang pendeta agar terlepas dari tanggungjawab moral menjawab dengan jujur pertanyaan ringan tentang siapa yang dimaksud sebagai "Amin" dalam kitab Wahyu 3:14, yang mau tidak mau akan memaksanya menyebut satu nama yang kita sendiri sebenarnya sudah lama tahu, yaitu Yesus Kristus!
Artinya, pendeta kita ini sebenarnya tahu bahwa GM tidak tertarik untuk mendengarkan ceramahnya karena sadar, terlepas sepanjang dan sebaik apapun penjelasan berbasis teori yang dikarang-karang oleh para pendeta dalam rangka menjustifikasi keilahian Yesus Kristus yang mereka paksa bukan sebagai makhluk ciptaan Allah melainkan sebagai firman Allah yang hidup, praktis ambruk berkepung-keping hanya oleh sebaris pernyataan Yesus Kristus sendiri yang tegas-tegas bersaksi bahwa beliau adalah permulaan dari ciptaan Allah! (Wahyu 3:14).
Kesaksian Yesus Kristus ini jelas mengkonfirmasi bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah, maka sama seperti makhluk ciptaan Allah lainnya, tentu saja beliau memiliki permulaan. Dengan demikian, menurut penegasan Pendeta kita sendiri, khususnya yang ditandai dengan warna kuning di bawah ini, dengan sendirinya dipastikan bahwa Yesus Kristus berada di luar diri Allah. Oleh karenanya beliau tidak memenuhi unsur mana pun dari kriteria Allah yang bukan ciptaan dan tidak memiliki permulaan!

Sampai di sini, siapa sebenarnya yang salah paham terus tentang iman Kristen?

Pembuktian Yesus Adalah Tuhan - Zhonk!

DALAM 2000 TAHUN SEJARAH AGAMA DI DUNIA, TERNYATA HANYA KRISTEN YANG SAMPAI HARI INI MASIH BELUM JELAS SIAPA TUHANNYA!

Kelompok ini sejak mulai mencatatkan sejarah perkembangan keyakinan para pendirinya sudah menuai berbagai kontroversi dan perseteruan antar pengikut yang selama berabad-abad sarat dengan peristiwa-peristiwa bergelimang darah, sehingga sampai dewasa ini tercatat telah terpecah belah menjadi sekitar 34 ribu sekte (mereka sebut denominasi) di seluruh dunia.

Masing-masing kelompok yang terpecah-belah ini meyakini kelompok merekalah yang paling benar, sementara kelompok lainnya adalah bidat!

Sekalipun sama-sama mengaku sebagai umat Krsiten, tapi dari sekian banyak denominasi ini, diketahui ada yang menganut monotheis, dikenal dengan sebutan kaum Unitarian atau menyembah satu Tuhan, sementara kelompok mayoritas adalah kaum Trinitarian penganut faham politheisme yang disamarkan melalui konsep ketuhanan Tritunggal, identik dengan Trimurti dalam Hindu, yaitu tiga Tuhan dalam satu kesatuan yang manunggal.

Adapun sosok-sosok Tuhan paling menonjol yang lahir dari ketidak-sepahaman antar kelompok kristen ultra heterogen ini lalu menjadi sesembahan yang berbeda-beda di tengah-tengah mereka, adalah; Allah, YHWH (Yahweh), Yehovah, Yesus Kristus, Bunda Maria, dll, dlsb, dst, dan entah siapa lagi!

Di Indonesia, kitab umat ini menggunakan nama ALLAH yang seenaknya saja dicomot dari Al-Quran untuk menggantikan nama Bapa. Namun tiap kali disodori bukti bahwa itu sama artinya dengan mengakui bahwa Tuhan yang benar adalah ALLAH sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Quran, dengan serta merta mereka akan menolaknya mati-matian lewat dalih bahwa kata "ALLAH" dalam kitab mereka bukan dimaksudkan sebagai ALLAH dalam Al-Quran, melainkan merujuk kepada nama YHWH dalam kitab suci umat Yahudi.

Ironisnya, di sisi lain kita semua tahu bahwa Tuhan umat Yahudi yang dikenal dengan nama YHWH sama sekali tidak sama dengan apa yang diimani oleh umat Kristen - yang meyakini adanya tiga tuhan dalam satu kesatuan Tritunggal - sebab sama seperti keyakinan umat Islam tentang ALLAH, umat Yahudi juga meyakini bahwa YHWH yang mereka sembah adalah Tuhan Yang Mahatunggal, tidak bersekutu, dan tidak boleh disekutukan dengan apapun juga!

Artinya, menuliskan nama ALLAH dari kitab umat Islam ke dalam kitab Kristen tapi dimaksudkan untuk merujuk kepada YHWH dalam kitab umat Yahudi adalah sebuah logical fallacy yang betul-betul salah kaprah luar biasa parah!

Kenapa?
Karena baik ALLAH maupun YHWH sama-sama tidak serupanya dengan Allah Bapa yang diyakini oleh umat Kristen sebagai Deiti yang memiliki anak bernama Yesus Kristus dan "sepertiga" Roh-Nya menyempal sendiri lalu gentayangan kesana kemari mengabarkan berita-berita yang saling silang tindih tentang Bapa dan tuhan Putra kepada para pengarang berbagai tulisan "saling tubruk" yang tersaji dalam format "mbulet" di dalam kitab kristen!

Jadi, karena sudah demikian jelas bahwa ALLAH dan YHWH tidak sama dengan Allah Bapa, maka Allah Bapa di dalam kitab Kristen yang ditulis namanya dengan kata ALLAH tapi dimaksudkan sebagai YHWH, sebenarnya bukan siapa-siapa, alias nihil, atau pada kenyataannya, SAMA SEKALI TIDAK ADA!

Tapi karena umat ini punya tiga tuhan, maka seperti lagu "Balonku Ada Lima", tentu saja hilang satu tinggal dua!

Ya! Mereka masih punya "cadangan" dua ekstra tuhan lagi - setidaknya begitu menurut keyakinan umat ini - yaitu Yesus dan Roh Kudus.

Tapi benarkah kedua oknum ini adalah tuhan?
Nanti dulu!

Dalam kitab umat ini tidak ada satu kata pun yang dapat dijadikan pembenar bahwa keduanya, atau salahsatu di antaranya, adalah tuhan. Sebaliknya, puluhan ayat yang ada justru menunjukkan dengan sangat jelas bahwa Yesus adalah anak manusia yang diutus oleh Tuhan sebagai seorang nabi, dan itupun khusus dan sangat terbatas hanya untuk bangsa Israel saja!

Sedangkan Roh Kudus, sebagaimana tergambar dan tercatat melalui pekerjaan-pekerjaannya dalam kitab umat ini, sebenarnya adalah nama lain dari Malaikat Gabriel, sang pembawa wahyu!

Perdebatan tentang ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dari satu generasi ke generasi berikutnya, namun sampai detik ini tidak ada satu orang pun dari umat ini yang dapat membuktikan kebenaran ketuhanan Yesus berdasarkan dalil-dalil dari kitab mereka sendiri kecuali lewat satu-satunya argumen pamungkas, yaitu IMANI SAJA!

Artinya, teori ketuhanan Tritunggal yang selama ini mereka imani dengan sepenuh hati itu sebenarnya adalah iman yang tidak memiliki landasan apapun, kecuali cuma berpijak pada doktrin IMANI SAJA!

Dengan demikian, maka setelah 2000 tahun berlalu, dan setelah melalui perjalanan sejarah yang amat panjang pula, ternyata sampai hari ini pun masih belum ada kejelasan yang pasti siapa sebenarnya Tuhan umat kristen!

😭 Kalau dipikir-pikir, sebetulnya kasihan juga ya?




Yang barusan anda baca di atas adalah salahsatu Thread Starting dari om Gus Mendem di grup Dialog Lintas Agama Di Pondok Pak Edy Prayitno yang isinya cukup jelas.  

Di antara sekian banyak laskar odong-odong yang "kegerahan" gara-gara tidak terima diberitahu bahwa sampai hari ini Tuhan Kristen masih belum jelas,  seorang Regod Orsa tampil dengan penuh percaya diri menantang om Gus untuk H2H khusus membahas isu yang dia capture seperti SS di bawah ini.

Tidak jelas apa pertimbangannya, tapi tampaknya om Gus menerima tantangan tsb dengan senang hati, kemudian memboyongnya ke grup Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen dengan alasan paling masuk akal, yaitu privasi, agar tidak diinterupsi oleh member lain yang tidak diundang.

Berikut adalah salinan dari H2H tsb.



H2H DIMULAI DARI SINI



CATATAN:
3 urutan teratas dari 13 Pengakuan Iman, atau Rukun Iman umat Yahudi yang dimaksud adalah sbb:
  1. Aku percaya dengan segenap iman bahwa Sang Khalik, terpujilah Nama-Nya, adalah Khalik dan Pandu sekalian makhluk; Ia jua yang sudah, kini, dan kelak mencipta segala-galanya.
  2. Aku percaya dengan segenap iman bahwa Sang Khalik, terpujilah Nama-Nya, adalah Yang Maha Esa, dan tiada keesaan serupa keesaan-Nya; Ia jua yang sudah, kini, dan kelak kita pertuhan.
  3. Aku percaya dengan segenap iman bahwa Sang Khalik, terpujilah Nama-Nya, tidak berjasad, lepas dari segala sifat kebendaan, dan mustahil dibandingkan dengan apa pun jua.
 
Dari komentar terakhir om Gus di atas ini, dan dari responsnya ketika menerima tantangan H2H dari Regod Orsa di bagian awal catatan, di mana om Gus menulis;


dapat disimpulkan bahwa H2H ini dianggap sudah berakhir sampai di sini.  

Tapi tampaknya Regod Orsa masih belum puas, bahkan terkesan merasa berada di atas angin karena mengira berhasil menundukkan lawan debatnya, seperti terlihat dari dedemikian bersemangatnya ia curhat lewat komentar-komentarnya yang sebetulnya lebih tepat disebut sebagai upaya menghibur diri akibat demikian mudah dibuat NYUNGSEP oleh om Gus hanya lewat beberapa pertanyaan konfirmasi saja (cermati komentar-komentar dimaksud mulai dari sini).


KESIMPULAN H2H 
Harap dicatat bahwa kitab yang dijadikan rujukan di sini adalah alkitab terjemahan bahasa Indonesia yang ditulis, diterbitkan, dan digunakan oleh umat Kristen Indonesia yang bertutur dalam bahasa Indonesia. Sedangkan jika rekaman di atas dianggap pantas disebut sebagai H2H, maka kesimpulannya adalah sbb:
  1. Regod Orsa berinisiatif, atau lebih tepatnya, nekad;  menggunakan kitab Suci Umat Yahudi yang di dalam sisipan alkitab Kristen sudah dianggap kitab rongsokan sehingga dinamai Perjanjian Lama sebagai pijakan argumen untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan - Note: KESALAHAN MENDASAR! 
  2. Argumen yang coba dibangun oleh Regod Orsa dalam prolognya di mana dia berusaha memposisikan Roh Allah sebagai Allah berdasarkan pada keterangan Perjanjian Lama (menurut kitab Kejadian 1:2), langsung berantakan ketika kata "Roh" pada kalimat "Roh Allah" diganti oleh om Gus dengan analogi "Sendal Jepit" yang praktis menunjukkan dengan jelas bahwa baik "Roh" maupun "Sendal Jepit" yang disandingkan dengan nama Allah dalam ayat dimaksud sudah pasti bukan Allah! Namun tampaknya akal Regod Orsa gagal mencerna makna literal ini, terbukti dari tanggapannya bahwa terserah mau diganti dengan apapun, pokoknya "sendal jepit Allah" adalah Allah. Titik! - NoteMIRIS!
  3. Melawan upayanya sendiri pada kesimpulan 2, masih dalam rangka membangun argumen untuk membuktikan ketuhanan Yesus, Regod Orsa coba mengutip ayat-ayat kitab Keluaran 31 Perjanjian Lama. Jika sebelumnya ia ingin pengakuan bahwa Roh Allah adalah Allah, atau satu entitas yang sama, kini ia coba memisahkan Roh Allah dan Allah sebagai dua entitas yang berbeda. Bahkan di taraf ini ia sudah tidak sabar untuk buru-buru mengaitkan kata "firman" di antara Allah dan Roh Allah dalam upayanya menjustifikasi doktrin Trinitas yang diimaninya. Tapi usahanya ini gagal karena om Gus membuktikan bahwa menurut kitab Perjanjian Lama, Allah adalah satu-satunya Tuhan, atau Tuhan yang benar adalah Allah tanpa pemisahan unsur apapaun dari-Nya, termasuk tentunya yang disebut-sebut sebagai Roh Allah. Buktinya, kitab Perjanjian Lama tidak pernah memisahkan pengertian Allah dan Tuhan yang selalu disebutkan bergandengan seperti "Allah, Tuhanmu", atau "Tuhan, Allahmu" yang dengan jelas menunjukkan bahwa dua sebutan ini tetap merujuk pada satu entitas tunggal yang sama. - Note: GAGAL PAHAM  
  4. Disebut oleh om Gus bahwa Allah yang diimani oleh umat Yahudi tidak sama dengan apapun juga, apalagi dengan ciptaan-Nya sendiri. Tapi Regod Orsa tidak mau menerima ini dengan dalih bahwa tidak ada nabi yang pernah menjelaskannya demikian. Om Gus menyarankan agar ia memeriksa sendiri 13 Rukun Iman Yahudi dan menunjukkan 3 pengakuan iman di urutan teratas saja, yang terbukti dengan amat jelas menyiratkan bahwa benar "Sang Khalik" umat Yahudi memang tidak sama dengan apapun juga. Mungkin karena baru pertama kali mengetahui hal ini, di tengah keterkejutannya Regod Osra coba mendesak om Gus dengan pertanyaan-pertanyaan seputar 3 pengakuan iman umat Yahudi tsb dengan harapan mendapat persetujuan bahwa Roh Allah bukan sekutu Allah. Tapi sayangnya tidak dtanggapi. Ini mudah dimengerti, karena pertanyaan-pertanyaan tsb memang tidak perlu dijawab. Jika Regod Orsa mengerti makna pengakuan iman Yahudi ke-3 yang menyebutkan bahwa "mustahil sang Khalik dibandingkan dengan apapun jua" sebenarnya tidak perlu lagi dia bertanya apapun tentang itu. Tapi karena dalam benak Regod Orsa yang mengimani ajaran Trinitas warisan hamba-hamba Paulus, ada dua definisi kontradiktif saling-silang-tindih tentang Allah yang diimaninya, yaitu pertama, Allah adalah Roh, sedangkan yang kedua, Roh Allah dan Allah adalah dua entitas yang berdiri sendiri-sendiri, maka walau yang diyakininya itu sebenarnya sangat absurd, tapi ia masih berharap imannya, dengan satu atau lain alasan, tetap sejalan dan pararel dengan iman umat Yahudi. Padahal ketika ia berbicara tentang Roh dan Allah saja, semua argumennya yang coba menafikan ketiga pengakuan iman Yahudi yang dihadirkan oleh om Gus praktis gugur, sebab figur Allah yang ada di benaknya itu sama sekali berbeda dengan Allah yang diimani oleh umat Yahudi. Allah yang diimani oleh Regod Orsa pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan berbagai jenis makhluk bernyawa ciptaan Allah (baca: hidup karena Roh, memiliki keturunan, mati dlsb) yang dalam konteks ini, menurut iman Yahudi sangat tidak pantas untuk dibandingkan, apalagi sampai disamakan dengan Allah semua nabi yang menjadi sesembahan mereka! - Note: GAGAL PAHAM TAPI NGAREP BANGET!
  5. H2H diakhiri oleh om Gus selain karena adzan subuh sudah berkumandang, aku menduga kuat karena lawan Regod Orsa ini melihat sama jelasnya dengan pemirsa bahwa dolah-dalih mereka akan berujung pada debat kusir meributkan pepesan kosong. Sebab di samping Regod Orsa sudah gagal total bahkan sejak mulai mengelar prolognya yang tanpa ragu menyamakan "sendal jepit" dengan Allah, juga karena metode ngeyel yang disitir oleh om Amir Al-Qodry dengan sebutan "modal urat leher dan congor" yang dipraktekkannya mustahil akan menolongnya sampai pada pembuktian tak terbantah bahwa Yesus adalah tuhan! - Note: GAGAL SEBELUM MULAI! 
KOMENTAR
  • Dalam interaksi di atas, om Gus sama sekali tidak terkesan sedang memperdebatkan sesuatu, tapi lebih mirip dengan mengajari lawan bicaranya agar kritis dan alert untuk segera melakukan quick cross-check terhadap isu-isu yang dilontarkannya, persis seperti jika ia sedang mengajar di depan kelas.
  • Regod Orsa yang terperangkap dalam paradigma sempit bahwa debat adalah tentang kalah-menang, pasti merasa sangat frustrasi karena terlepas seberapa banyakpun ungkapan-ungkapan curhatnya untuk menutupi ini, nyatanya tidak dapat merobah fakta bahwa ia demikian mudah dipecundangi hanya dengan beberapa pertanyaan konformasi tentang argumen yang diusungnya sendiri. Karena itu, dengan sendirinya ia luput memperhatikan, apalagi dengan jiwa besar menarik pelajaran berharga dari apa yang dia pikir sebagai H2H di atas. 

Demikian.
Jika ada yang tidak setuju dengan kesimpulan di atas, silahkan sampaikan keberatan dan alasannya supaya bisa sama-sama kita koreksi jika memang dianggap salah.

-- RW

Yesus Tidak Pernah Bangkit Dari Kematian Part-II


Tomas Terksesima, dan saking takjub, secara naluriah ia berujar, "Oh, My GOD!", persis seperti kebanyakan orang bila mengalami peristiwa menakjubkan serupa tatkala ia membuktikan sendiri bahwa Yesus yang berdiri di hadapannya ternyata bukan Hantu, apalagi Tuhan!
  Ini cakep! Dan jujur saja, GM suka!

Merespons TS-GM di sini, dan mengomentari bantahan amburadul dik Agus Sholah untuk TS yang sama di sini, adik kita Sukirman menulis begini:

RESPONS PERTAMA
Re-Quote:

Masuk akal Tsnya ... tapi anehnya kalau Yesus memiliki pemahaman "Tuhan, Allahmu = Tuhan, Allah Kita (termasuk Yesus)..
Trus kok Yesus meneng wae Gus waktu Tomas menyebut Yesus sebagai Tuhanku dan Allahku?
Mbok ya Yesus protes kek, bilang kek..
"Eh Tomas... jangan kurang ajar lo.. !!
Ingat.. jargon "Tuhan, Allahku" bukan untuk Gue.. itu untuk Tuhan dan Allah yg tidak berbeda entitas yaitu Bapa.. sembarang lu... Gue kan juga sama kayak lu.. manusia biasa... "
Alih2 bilang begitu.. yuk kita lihat kronologis natsnya...
Yohanes 20:27-29 (TB)
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Bisa bantah Gus Mendem?
Jangan klaim sekedar aklamasi ya..

TANGGAPAN PERTAMA
Untuk mendapatkan gambaran utuh tentang cerita kita di lapak ini, ada baiknya jika dicermati sebentar argumen yang sama di sini, karena di bawahnya ada percakapan menarik antara dik Sukirman dengan dik Yuhana Al Dimaschi yang menganggap cuma orang indonesia saja yang berseru "OH, MY GOD!" ketika mengalami peristiwa menakjubkan seperti yang dialami oleh Tomas!

Menurutnya, ekspresi model begini tidak ditemui dalam keseharian masyarakat Yahudi.

Mungkin dik Yuhana ini adalah orang Yahudi yang lagi nyaru jadi orang Indonesia, atau orang Indonesia yang selama hidupnya tinggal di Yerusalem sehingga lebih ngerti keseharian masyarakat Yahudi ketimbang orang Yahudi sendiri! 😂

Tapi, ah sudahlah! Namanya juga kepengen dianggap keren, kan?

Menurut GM sih, rasanya akan lebih mendekati benar jika pernyataannya itu kita asumsikan saja dimaksudkannya sebagai komentar untuk penjelasan Syaikh Ahmad Deedat yang sudah terlanjur mendunia sejak lk. 15 tahun lalu, ketika debat terbuka dengan Anis Shorosh di Inggris, khususnya pada rekaman video momen ini.



Ya! Hampir semua orang bertuhan, di manapun di belahan bumi ini, dengan bahasanya sendiri-sendiri, secara naluriah akan bereaksi serupa seperti Tomas ketika diperlihatkan padanya hal-hal luar biasa yang membentur nalarnya, apalagi jika itu dianggapnya sebagai bukti kekuasaan Allah!

Dan entah sejak kapan tapi sampai sekarang; ekspresi seperti ini lazim dikenal oleh "English speaking people" dengan singkatan OMG!

Sampe di sini, perhatikan lagi TANTANGAN dik Sukirman yang GM quote dengan huruf tebal di atas; "Bisa bantah Gus Mendem?"

Seperti sudah ditulis sejak awal, ini cakep dan GM suka.

Kenapa?
Karena argumen ini memiliki dua potensi yang sama besarnya, yakni mematahkan TS-GM sampai berkeping-keping, atau justru sebaliknya!

Tapi karena masih setengah mateng, nyuwun sewu, rasanya belum waktunya untuk langsung dibantah. 

Cerita kita di lapak ini akan tambah menarik - khususnya bagi para pencari kebenaran yang mengharapkan bergulirnya dialog elegan - jika argumen diatas disajikan tuntas sehingga betul-betul "full loaded" untuk menghadirkan kekuatannya sebagai sebuah produk apologetika kristen yang berbobot.

Jadi, buat dik Sukirman,
Tolong lanjutkan cerita dari Yohanes 20:27-29 di atas sampai selesai dengan dukungan sebanyak-banyaknya bukti terkait berdasarkan ayat-ayat alkitab yang valid untuk menjelaskan dua hal ini saja:
  1. Setelah peristiwa Tomas menyebut kata "OH MY GOD!" di hadapan 10 sahabatnya sesama murid Yesus tsb, apakah kemudian dia, atau salahsatu, atau seluruh murid-murid Yesus menganggap Yesus sebagai "GOD" betulan, untuk selanjutnya menyembah sang guru sebagaimana hari ini kalian menuhankan dan menyembah guru mereka?
  2. Apakah Yohanes, orang yang namanya dinisbatkan pada injil Yohanes dan menulis secara detail percakapan dalam Yohanes 20: 27-29 tsb adalah saksi mata yang ikut menyaksikan sendiri peristiwa di mana Tomas berkata "OH MY GOD!" tadi?

SEKEDAR CATATAN
  • Kita sama-sama tau bahwa sampai hari ini autentikasi penulis injil Yohanes yang konon katanya adalah Yohanes putra Zebedeus masih menjadi perdebatan seru di antara para sarjana alkitab di seluruh dunia, dan ironisnya lebih banyak yang meragukannya ketimbang yang mendukung - tapi cuma dengan argumen ngambang - semisal; diperkirakan, diduga, lebih cocok, kemungkinan besar, dll serupa itu, sementara satu-satunya clue yang menyebutkan penulis injil Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus tidak sepenuhnya klop ditujukan untuk Yohanes! 
  • Alkitab sendiri menyebutkan bahwa murid yang dikasihi Yesus adalah Lazarus, sementara injil apokripa yang disebut-sebut sebagai injil Filipus memberikan informasi yang lebih masuk akal, yakni bahwa yang patut dianggap sebagai murid yang dikasihi oleh Yesus adalah Maria Magdalena, perempuan cantik yang senantiasa berada di samping Yesus dan seringkali dicium oleh Yesus, khususnya di mulut!
Monggo, Silahken!

RESPONS KEDUA
Re-Quote:

Begini ya Mas Gus Mendem yg terhormat.. perkataan itu kan diucapkan Tomas kepada Yesus ketika Yesus menampakkan diriNya yg kedua kali kepada semua murid2 Yesus dalam satu ruangan yg terkunci rapat...

Ketika itu Yesus mempersilahkan Tomas yg tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, untuk menaruhkan jarinya ke tangan Yesus bekas dipaku di salib, dan mencucukkan sekalian jarinya ke lambung Yesus yg tertembus tombak Prajurit Romawi...

Tomas tidak sanggup menyambut tantangan itu, melainkan segera mengakui Yesus yg hidup sebagai Tuhannya dan Allahnya.. !!

Jadi di sini tidak ada sama sekali kondisi kaget buat Tomas yg menjadikannya latah ...
Atas pengakuan ini Mas berdalih mengatakan bahwa itu bukanlah pengakuan, melainkan hanyalah seruan kaget (aklamasi) seperti halnya "Oh, My God !"

Ini pendalihan yg kurang bisa saya hormati (maaf)..., karena sesungguhnya Mas tau bahwa seruan "Oh, My God" justru tidak pernah tercatat sebagai suatu tradisi Yahudi Purba yg begitu mengkuduskan nama Allah...

Justru aklamasi "OMG" itu dalam bahasa Inggris... Muncul di Barat belakangan hari sebagai akibat dari sumber2 yg tersedia dalam Alkitab..

Disamping itu Mas juga sesungguhnya tau tetapi sengaja tidak menyentuh bagian dimana reaksi Yesus sebegitu menerima pengakuan dari Tomas ini..

Saya ulangi..
Yohanes 20:29 (TB)
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Apakah Mas masih beranggapan bahwa seruan "Ya, Tuhanku dan Allahku" sama dengan "Oh My God" ?

Di sini tampak bahwa Yesus mengidentikkan seruan Tomas itu sebagai SERUAN KEPERCAYAAN, yg dihasilkan oleh apa yg dilihat Tomas.. jadi bukan suatu seruan kaget: "Ya, Allah..!"

Lalu mengenai permintaan Mas adanya bukti murid2 lain setelah peristiwa itu yg beranggapan sama seperti Tomas bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah Mereka bisa kita sinyalir sekilas melalui adanya tindakan penyembahan mereka ketika Yesus naik ke Surga..

Lukas 24:50-52 (TB)
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

Dan terakhir...
Mengenai keotentikan penulis Injil Yohanes adalah Rasul Yohanes sendiri memang saya akui agak sulit membuktikannya kepada Mas.. namun setidaknya hal tersebut sudah dipercayai pada masa Irenaeus 150 M, orang2 mengakui bahwa Injil ini ditulis oleh Rasul Yohanes.. dan tidaklah mudah memastikan sejarah Yohanes sebelum Irenaeus..
Ok itu saja bantahan2 saya.. silahkan..


TANGGAPAN KEDUA

Bagaimanapun harus diakui bahwa GM menghargai respons dan sportifitas dik Sukirman untuk menuntaskan argumennya sebelum ini, sehingga sekarang kita punya satu set argumen komplit yang tentunya patut dianggap dan dipercaya sebagai argumen sangat berdasar untuk mematahkan TS-GM di atas.

Baik, kita persingkat saja!
Karena tantangan buat GM adalah seperti sudah ditulis sejak awal, "Bisa bantah Gus Mendem?, maka selanjutnya kita hanya akan fokus pada bantahannya saja.

Begini:
Untuk mengetahui secara detail kisah Tomas yang kagetan ini, sebenarnya kita harus membaca satu perikop penuh Yohanes 20:1-31. Tapi karena sudah sama-sama tau, maka cukup kita cermati lima ayat terkait saja, yaitu Yohanes 20:24-29.

BANTAHAN PERTAMA
Dalam ayat 24 diceritakan bahwa Tomas yang kebetulan tidak bersama sahabat-sahabatnya ketika untuk pertama kalinya Yesus  "menampakkan diri"   kepada murid-muridnya, menolak percaya cerita sahabat-sahabatnya bahwa mereka telah bertemu dengan sang guru. Ini sangat bisa dimaklumi, sebab seperti dikisahkan dalam Markus 14:50 & Matius 26:56; Tomas dan semua murid Yesus memilih lari tunggang langgang menjauhi Taman Getsemani guna menyelamatkan diri masing-masing, ketimbang menolong sang guru yang akhirnya digelandang oleh Pasukan Garnisun Romawi dari tempat persembunyian mereka  untuk selanjutnya menjalani prosesi apa yang diduga sebagai peristiwa penyaliban Yesus. Sama seperti murid-murid yang lain, dalam pelarian mereka, Tomas juga tidak menyaksikan peristiwa penyaliban tsb, sehingga apa yang kemudian mereka ketahui cuma berdasarkan "kabar burung"  yang beredar bahwa Yesus, guru mereka, mati disalib! 

Jadi, Tomas lebih percaya pada "kabar burung" yang didengarnya ketimbang cerita sahabat-sahabatnya sendiri. Sama seperti dalam cerita Lukas 24:36 di mana ketika didatangi oleh Yesus setelah beredarnya kabar burung tentang penyalibannya, sahabat-sahabatnya  mengira tengah melihat Hantu,  diam-diam sebenarnya Tomas juga mengira yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu bukan sang guru, tapi memang benar-benar hantu!

Itu sebabnya kenapa ia berkeras baru akan percaya bahwa Yesus masih hidup jika melihat dengan mata kepalanya sendiri kehadiran sang guru di hadapannya dan menyentuh dengan tangannya sendiri tubuh Yesus untuk memastikan bahwa yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu memang benar-benar Yesus yang masih hidup, alias bukan hantu!

Kesempatan itu datang seminggu kemudian, saat mana Tomas sedang berumpul bersama sahabat-sahabatnya, tiba-tiba saja Yesus muncul di tengah-tengah mereka dan langsung menyuruhnya untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya untuk membuktikan bahwa sang guru masih hidup (baca: mencolok dengan tangannya sendiri bekas-bekas luka di tubuh Yesus).

Tidak dijelaskan apakah kemudian Tomas benar-benar melaksanakan perintah gurunya tsb atau tidak, tapi yang pasti, menyaksikan kehadiran sang guru di tengah-tengah mereka dan mendengar sendiri suara sang guru yang sangat dikenalnya itu berkata-kata padanya benar-benar membuatnya terkesima, soak, tidak tau harus berbuat apa kecuali takjub penuh syukur sehingga tanpa disadarinya ia pun bergumam, "Ya, Tuanku" (ternyata engkau masih hidup), dan "Ya Allahku" (terima kasih atas karuniamu yang sangat besar kepada kami). 

Bayangkanlah sendiri jika kita berada dalam posisi Tomas, apakah reaksi kita akan berbeda jauh dibandingkan dengan reaksi Tomas seperti di atas?

Nah, dari illustrasi logik Yohanes 20:24-28 ini, maka ucapan Yesus dalam Yohanes 20:29 pun tentu saja tidak dapat diartikan lain kecuali sebagai respons langsung atas segala perkataan dan keinginan Tomas seperti tercatat dalam Yohanes 20:25!

Dalam terjemah bebas bahasa kita sehari-hari, kira-kira Yesus menegaskan kepada Tomas begini:

Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, sekarang engkau percaya bahwa aku masih hidup, bukan? Makanya engkau harus bersyukur, sebab yang tidak melihatku saja bisa percaya bahwa aku masih hidup, bagaimana mungkin justru engkau, sahabatku sendiri, malah tidak percaya?

BANTAHAN KEDUA
Sepakat! Memang benar dalam tradisi keagamaan umat Yahudi ada larangan menyebut nama Tuhan secara sembarangan (lihat Keluaran 20:7). Dan sebagai keturunan Yahudi, tentu saja sejak kecil Tomas mengetahui dan mematuhi larangan ini. Jadi, agak ganjil rasanya membaca cerita pengarang injil Yohanes yang menggambarkan keadaan di mana Tomas demikian lancang melanggar larangan tsb yang dia sendiri tau akan menyebabkan dirinya berdosa besar, demikian pula Yesus, yang dalam konteks ini  sebagai guru, tapi sama sekali tidak menegurnya.

Timbul pertanyaan serius, benarkah Tomas memang mengucapkan kalimat, "Ya Tuanku, dan Allahku" seperti  tercatat dalam Yohanes 20:28, atau sebenarnya kata lain dalam bahasa Ibrani yang sudah tidak mungkin lagi diketahui secara pasti mengingat demikian berlapisnya proses terjemaham kitab Bible dari bukan bahasa aslinya Yunani ke berbagai bahasa lain di dunia.  

Artinya, sekalipun coba ditelusuri lewat codex ini atau codex itu, tetap saja sudah tidak dapat dipastikan lagi karena baik injil-injil kanon maupun semua codexnya - sebut saja misalnya codex sinaiticus - ditulis antara 50 s.d 350 tahun setelah peristiwa yang diceritakan oleh pengarang injil Yohanes tsb terjadi. 

Tapi karena yang tertulis dalam berbagai terjemahannya sudah demikian, maka mari kita ikuti saja maunya sang pengarang!

Seperti sudah disinggung sebelumnya, terlepas apapun kebangsaannya, reaksi naluriah rata-rata orang bertuhan jika dihadapkan pada situasi seperti yang dialami oleh Tomas biasanya tanpa sadar akan mengucapkan kata-kata semisal, "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!", atau kata lain serupa itu,  maka demikian pula halnya dengan bangsa Yahudi. Hanya saja karena mereka terikat, dan mengikatkan diri, pada seluruh ketentuan hukum Tuhan dalam kitab Taurat, maka untuk tetap menghormati dan mematuhi larangan seperti tertulis dalam Keluaran 20:7 tadi, sejak kanak-kanak mereka sudah dibiasakan untuk mengucapkan kata atau kalimat lain guna mengekspresikan perasaan yang sama artinya dengan OMG! Dan kata yang paling populer adalah "Hashem Yishmor!"  (silahkan pelajari sendiri penjelasan panjang lebarnya dari berbagai literatur Yahudi yang tersedia di ranah publik, atau cermati penjelasan ringkasnya di sini atau di sini).

Artinya, anggapan sementara orang bahwa mustahil umat Yahudi mengucapkan kata semisal "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!" memang ada benarnya. Tapi bukan berarti bahwa mereka tidak dapat mengekspresikan perasaan takjub dan takzim kepada Tuhan dengan menggunakan kata lain yang maksudnya persis sama dengan OMG!

BANTAHAN KETIGA
Lukas 24:50-52. sebagai dalil pembenar untuk menjawab pertanyaan konfirmasi apakah setelah peristiwa Tomas mengucapkan kata "Oh, My GOD" (pengarang Yohanes 20:28 menuliskan redaksinya dalam format yang asing bagi umumnya penutur bahasa-bahasa semitik; "Ya Tuhanku dan Allahku!") di hadapan Yesus lantas Tomas sendiri, atau salahsatu murid Yesus, atau seluruh murid beliau menganggap sang guru sebagai Tuhan dan selanjutnya menyembahnya sebagaimana yang dilakukan oleh umat Kristen sekarang ini, tidak dapat diterima.

Penelusuran ke dalam Bibel menunjukkan bahwa sekalipun Yesus sudah tidak bersama mereka lagi, hampir 30 tahun lamanya murid-murid beliau tetap melaksanakan perintah sang guru untuk mewartakan injil ke seluruh wilayah permukiman bangsa Israel dengan pesan utama, "shema Yisrael" sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus sendiri dan tercatat dalam Markus 12:29:

Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Perhatikan kalimat "Tuhan Allah Kita" dan kata "esa" dalam seruan Yesus yang juga merupakan seruan yang sama dari murid-murid beliau kepada seluruh bangsa Israel. Kata "kita" dalam kalimat tsb sangat jelas menunjukkan bahwa kedudukan Yesus dan murid-murid beliau, termasuk kedudukan seluruh bangsa Israel yang mereka seru, adalah sama. Yakni sama-sama hamba yang harus mendengarkan - dan tentu saja  mematuhi - segala kehendak Allah yang dinyatakan oleh Yesus sebagai "Tuhan Kita Yang Esa", alias sebagai satu-satunya Tuhan bagi seluruh bangsa Israel di mana Yesus sendiri termasuk di dalamnya!

Siapapun yang merasa tidak sependapat dengan seruan tsb boleh mengganti sebutan Allah dalam teks terjemah Indonesia di atas dengan kata atau nama lain yang dianggap lebih benar, namun hal itu sama sekali tidak akan merobah arti dari seruan sekaligus pengakuan Yesus sendiri bahwa beliau bukan Allah, tapi hamba Allah yang diutus untuk menyeru bangsa Israel agar menyembah Allah !

Seluruh murid Yesus yang berjalan berdampingan bersama beliau selama 3,5 tahun tentu mengetahui lebih banyak hal tentang guru mereka dibandingkan dengan kita semua. Itu sebabnya kenapa  di dalam injil-injil kanonik  tidak pernah kita temukan informasi dari mereka, bahkan sekedar indikasi sekalipun, bahwa ada di antara murid-murid Yesus yang menuhankan dan menyembah sang guru. Sampai semua murid-murid Yesus tutup usia, tidak pernah ditemukan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa ada di antara mereka yang menuhankan Yesus seperti halnya umat kristen sekarang ini.

Jadi, cerita pengarang injil Lukas dalam Lukas 24:50-52 yang menyebutkan bahwa, konon katanya, sesaat setelah Yesus terangkat ke sorga semua murid-murid Yesus sujud menyembahnya, sangat diragukan kebenarannya. Sebab seperti pengakuan sang pengarang sendiri dalam Lukas 1:1-4, apa yang dia tulis dalam bukunya itu sepenuhnya berasal dari hasil nguping kanan kiri, alias cuma kabar burung!

Bagaimana mungkin dia dapat mengisahkan secara detil gossip tentang kenaikan Yesus ke sorga, padahal dia sendiri tidak berada di lokasi kejadian sebagai saksi mata peristiwa mahadahsyat tsb?

Keterangan para Bapa Gereja awal yang menyatakan bahwa semua tulisan pengarang Bible - termasuk pengarang injil-injil kanonik - diilhami oleh Roh Kudus juga sama tertolaknya; sebab di dalam Bible sendiri tidak pernah ditemui keterangan yang sama, baik yang dinyatakan oleh para pengarang dimaksud, apalagi pernyataan dari Roh Kudus yang dicatat oleh para pengarang Bible!

BANTAHAN KEEMPAT
Tentang siapa sebenarnya pengarang injil Yohanes, khususnya yang berkisah dalam Yohanes 20 di atas, sama-sama kita ketahui sangat sulit untuk dipastikan, bukan hanya sebelum masa Iranaeus (150M) saja, tapi bahkan sampai sekarang, karena terbukti bahwa sampai hari ini pun para sarjana alkitab di seluruh dunia masih saling silang pendapat tentangnya!

Dalam konteks ucapan Tomas pada Yohanes 20:28 yang oleh umat Kristen dijadikan sebagai salahsatu dalil pembenar ketuhanan Yesus, nyatanya autentisitas sang pengarang ini meninggalkan beberapa pertanyaan serius yang sangat prinsipil dan berakhir di jalan buntu.

Tidak ada otoritas gereja manapun yang dapat membuktikan secara pasti bahwa sang pengarang berada di tempat kejadian dan merupakan salahsatu saksi mata peristiwa dramatis pertemuan antara Tomas dan Yesus seperti yang diceritakannya sendiri itu. Hal ini, sekali lagi, membawa kita kembali ke pernyataan pengarang injil Lukas dalam Lukas 1:1-4, bahwa apa yang kita baca dalam Yohanes 20: 24-29 sebenarnya hanyalah cerita berdasarkan kabar burung, atau lebih buruk lagi; cuma hasil imajinasi sang pengarang saja!

Hal luar biasa aneh yang sama tidak terjawabnya adalah, jika dia dapat bertutur secara detail tentang Yesus setelah "bangkit dari antara orang mati", berbincang dengan Maria Magdalena, bertemu dengan murid-muridnya dll, kenapa pengarang ini tidak melanjutkan ceritanya sampai ke peristiwa kenaikan Yesus ke sorga seperti yang dikisahkan secara sangat ceroboh oleh Paulus dan pengarang injil  Markus maupun pengarang injil Lukas? 

Jawaban logiknya adalah karena peristiwa kenaikan Yesus ke sorga versi Paulus, Markus, dan Lukas itu memang tidak pernah terjadi!

Bukan hanya itu, Yesus yang dipercaya oleh umumnya umat kristen pernah mati di tiang salib dan bangkit dari kematian juga tidak pernah terjadi!

Silahkan dicermati lagi semua links yang GM tautkan dalam cerita kita di atas. Bila dirasa masih ada yang perlu diperdebatkan lebih jauh, monggo dilanjut lewat pilihan kolom komentar yang disediakan oleh facebook atau oleh blogger di bawah ini.

Demikian.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



[GM | Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen]