Slider

Islam Menjawab

Nabi Muhammad SAW

Islam Bertanya

Perjanjian Baru

Perjanjian Lama

Perjanjian Terakhir

Dialog Islam Kristen

Yesus Adalah Permulaan Dari Ciptaan Allah!


Berikut adalah rekaman upaya seorang Pendeta Gereja Kristen Pasundan Indonesia (GKPI) Tangerang yang sudah lama kita kenal di fesbuk, yaitu Pdt. Gerry Atje - biasa GM panggil dengan sebutan dik Pendeta Gerry - yang coba meluruskan cara pandang GM atas doktrin keilahian Yesus Kristus (pbuh) dan konsep ketuhanan Trinitas yang (tentu saja) menurutnya salah. 

Ini adalah "aksi gagah" ke sekian kali sang pendeta yang lebih memilih "membuka lapak khusus" untuk merespon TS-GM daripada berdolah-dalih di masing-masing TS yang ingin dibantahnya, sangat boleh jadi karena terdorong keinginan agar pembaca melihat kesungguhannya untuk menjelaskan pembenaran iman kristen kepada GM dan netter Muslim pada umumnya. 

Lapak khusus pendeta kita ini dibanjiri hingga 1K komentar responden, namun sepetrti biasa, lagi-lagi menyebabkan kekecewaan disana-sini bagi responden serius yang cuma di ajak berputar-putar tanpa mendapatkan jawaban tegas untuk hal-hal serius yang mereka tanyakan. 

Tanpa mengurangi respect kepada saudara-saudara Muslim yang sudah membuat sang pendeta berputar-putar di lapaknya sendiri, terutama agar tidak ada klaim "saya dikeroyok" yang sudah lama menjadi  modus  ampuh sang pendeta tiap kali kedodoran di lapak sendiri, maka di sini hanya akan disajikan dokumentasi dialog antara GM dengan Pendeta kita saja, dengan sedikit sisipan komentar  yang dianggap relevans dari beberapa responden lain. 






SUMMARY
GM memutuskan untuk berhenti berdolah-dalih dengan Pendeta kita sampai di sini, karena punya cukup alasan untuk percaya bahwa dia tidak akan menjawab secara jujur pertanyaan konfirmasi yang ditujukan padanya.

Ini dapat dilihat dari bagaimana gigihnya pendeta kita ini coba berkelit dengan cara terus mengulang-ulang "tantangannya" kepada GM dan setiap orang di lapak khususnya untuk berzum-dan-yutub-ria (bahkan dengan mengaitkan  beberapa nama individu dan lembaga tertentu yang sama sekali tidak ada urusan dengan lapaknya), bukan untuk menjawab pertanyaan ringan GM, melainkan agar berpeluang ceramah panjang lebar tentang berbagai teori mengenai Yesus Kristus (silahkan simak link yang direkomendasikannya di sini dan di sini) yang dipercayainya ampuh untuk membuat lawan bicara memahami pembenaran iman yang selama ini diyakininya.
Sedangkan bagi GM, ini cuma upaya berkelit dari seorang pendeta agar terlepas dari tanggungjawab moral menjawab dengan jujur pertanyaan ringan tentang siapa yang dimaksud sebagai "Amin" dalam kitab Wahyu 3:14, yang mau tidak mau akan memaksanya menyebut satu nama yang kita sendiri sebenarnya sudah lama tahu, yaitu Yesus Kristus!
Artinya, pendeta kita ini sebenarnya tahu bahwa GM tidak tertarik untuk mendengarkan ceramahnya karena sadar, terlepas sepanjang dan sebaik apapun penjelasan berbasis teori yang dikarang-karang oleh para pendeta dalam rangka menjustifikasi keilahian Yesus Kristus yang mereka paksa bukan sebagai makhluk ciptaan Allah melainkan sebagai firman Allah yang hidup, praktis ambruk berkepung-keping hanya oleh sebaris pernyataan Yesus Kristus sendiri yang tegas-tegas bersaksi bahwa beliau adalah permulaan dari ciptaan Allah! (Wahyu 3:14).
Kesaksian Yesus Kristus ini jelas mengkonfirmasi bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah, maka sama seperti makhluk ciptaan Allah lainnya, tentu saja beliau memiliki permulaan. Dengan demikian, menurut penegasan Pendeta kita sendiri, khususnya yang ditandai dengan warna kuning di bawah ini, dengan sendirinya dipastikan bahwa Yesus Kristus berada di luar diri Allah. Oleh karenanya beliau tidak memenuhi unsur mana pun dari kriteria Allah yang bukan ciptaan dan tidak memiliki permulaan!

Sampai di sini, siapa sebenarnya yang salah paham terus tentang iman Kristen?

Bible Terjemah Indonesia Tidak Mengenal Isa Almasih?






RESIKO MENJADI PENDETA
YANG NEKAD MELAWAN KITAB SENDIRI

Tidak perlu harus bersusah-payah untuk lebih dulu mempelajari sejarah alkitab Indonesia, tapi cukup klik saja di sini, lalu klik tombol merah dengan tulisan [+] Kuno di bawahnya, maka kalian akan mendapatkan tampilan layar dari sabdaweb hampir serupa SS di bawah ini.

Bedanya -- artinya serupa tapi tak sama -- cuma sedikit saja, yaitu bahwa dalam SS di bawah ini (perhatikan tanda panah) sudah GM tempeli dengan SS pernyataan dari adik kita Gerry Indra Pratama yang untuk ke sekian kalinya, dalam kapasitasnya sebagai pendeta, membual lagi bahwa nama Isa Almasih tidak dikenal dan tidak pernah disebut-sebut dalam alkitab berbahasa Indonesia.

Padahal di bawah SS bualannya itu kita semua bisa melihat dengan amat jelas bahwa beberapa alkitab terjemah Indonesia yang pernah dicetak di Indonesia, beredar di Indonesia, disimpan, dibaca, dan diimani oleh sekian banyak jemaat kristen Indonesia -- termasuk oleh kakek dan nenek dik pendeta sendiri -- tegas-tegas menuliskan nama Isa Almasih sebagai ganti Yesus Kristus!

Ini menunjukkan dua probabilitas yang sudah pasti.

Pertama: Adik kita ini dengan sengaja telah berdusta guna memperdaya pembaca, khususnya jemaat yang selama ini menjadi domba gembalaannya agar domba-domba malang tsb tetap mempercayai kredibiltasnya sebagai gembala yang mumpuni.

Kedua: Pengetahuan adik kita ini tentang sejarah kitabnya sendiri ternyata luar biasa rendah, sehingga sekalipun pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi dan diluluskan untuk selanjutnya dilantik menjadi pendeta, tapi tokh sebenarnya belum memenuhi standar fit and proper test, bahkan hanya untuk sekedar menjadi guru sekolah minggu!

Yang manapun pilihannya, jelas menunjukkan bahwa sebagai pendeta, nyatanya adik kita ini sama sekali bukan level apologist kristen yang kemampuan olah pikirnya layak untuk diperhitungkan.

Nah, jika kualitas pendetanya saja seperti ini, lantas bagaimana pula dengan kualitas jemaatnya?

Sebagai salahseorang guru di Sekolah Minggu GMDKK, terus terang, GM sedih melihat kenyataan yang sangat memilukan, eh, ..... memalukan bagi seluruh umat kristen Indonesia ini.

Suwer!




Bagaimana respons seorang pendeta yang "terciduk" menyangkal kitab sendiri lengkap dengan bukti seperti di atas? Perhatikan "excuse" ybs di bawah ini. 




[Dari Arsip GM | Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen]


Jusuf Roni; Mengaku Mantan Kyai, Juri MTQ Tingkat Nasional Tapi Murtad Masuk Kristen

Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama oleh Pendeta Jusuf Roni yang mengaku-ngaku sebagai seorang murtadin yang berasal dari trah keluarga tokoh Islam terkenal di Palembang, namun kemudian terbukti bahwa semua itu adalah Pengakuan Palsu. Sebab sejatinya ia adalah keturunan Tionghoa, bukan mantan muslim, tapi memang sudah Kristen sejak lahir!

Pendeta ini mengaku sebagai mantan Kyai, alumnus UIN Bandung, kuliah juga di IKIP Bandung, dan pernah menjadi juri MTQ Tingkat Nasional. Tapi dalam ceramah-ceramahnya ia seenak perut saja menafsirkan terjemah ayat-ayat Al-Qur'an, dan celakanya, kaset rekaman ceramah-ceramah tsb kemudian diedarkan secara luas ke tengah-tengah komunitas Islam di kota-kota besar di Kalimantan, Surabaya, Bandung, Jakarta, Malang dan banyak kota lainnya.

Masa itu ia rajin berceramah dari satu gereja ke gereja lainnya tapi dengan misi SARA, yaitu menyebarkan isu-isu permusuhan terhadap umat Islam, hingga  akhirnya masyarakat Islam yang merasa gerah menuntutnya untuk mempertanggungjawabkan segala aksinya itu ke meja hijau di mana seorang ulama kharismatik;  Bey Arifin (almarhum) dicatat oleh sejarah sebagai sosok yang dengan sangat telak membuktikan bahwa pendeta ini ternyata sama sekali tidak mengerti Al-Quran

Berawal dari pembuktian ini - dan bukti-bukti lain yang kemudian berhasil dikumpulkan - akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Jusuf Roni dengan hukuman kurungan selama 6 tahun di penjara Kalisosok Surabaya dengan tuduhan telah melakukan tindak subversif.

Salahsatu hasutan yang disebarkan Jusuf Roni pada masa itu adalah ayat Al-Qur'an yang konon katanya berbunyi "Iktidal alal Kuffar" yang kemudian diartikannya sendiri sebagai perintah: "Sembelihlah semua leher orang-orang kafir"

Pemahamannya ini diluruskan oleh Bey Arifin: "Jusuf Roni mengartikan ayat-ayat di dalam al-Qur'an dengan seenaknya sendiri padahal dia tidak menguasai bahasa arab, ayat tersebut arti atau makna yang sesungguhnya adalah: "Bersikap tegaslah terhadap orang-orang kafir"

Guna membuktikan ketidaktahuan Jusuf Roni yang mengaku sebagai mantan Kyai ini tentang Al-Quran, kemudian dilakukanlah test sangat sederhana. Jusuf Roni diminta untuk membaca surah Al-Fatihah. Tetapi ternyata bacaannya amburadul. "Ihdinas Shirat al Mustaqim" dibacanya dengan lafadz yang belepotan. Tentang ini, Bey Arifin berkomentar: "Jika beliau membaca ayat tersebut di depan anak-anak kelas 5 SD Mujahidin, pasti anak-anak tersebut akan mengoreksinya."

Fakta ini jelas membuktikan bahwa Jusuf Roni telah melakukan pembohongan publik melalui ceramah-ceramahnya, menafsirkan terjemah ayat-ayat kitab suci umat Islam seenak perut sendiri, dan luar biasa berani mengaku sebagai mantan Kyai. Padahal membaca sebuah surah pendek sekalipun - salahsatu surah yang dipastikan setiap muslim di seluruh dunia ini hafal luar kepala -  nyatanya sama sekali tidak becus!   

Setelah diusut tuntas, terbukti segala pengakuan pendeta ini ternyata cuma gombal mukiyo doang! 

Ia mengaku bernama lengkap Kemas Abubakar Masyhur Jusuf Roni, asli kelahiran Palembang 6 Desember 1946, dan mengaku-ngaku pula bahwa kakeknya bernama Kemas A. Roni, seorang tokoh Islam terkenal di Palembang. Tidak tanggung-tanggung, ia mengklaim silsilah keluarganya sebagai nasab campursari antara Palembang-Bugis-Jawa - dan lebih dahsyat lagi - sampai pula kepada Pangeran Fatahillah sebagai berikut: 
Kemas Abubakar Mashur Jusuf Roni bin Kemas M. Toha Roni bin Kemas A. Roni bin Kemas Nanang Abdul Halim bin Kemas Abang bin kemas Amijoko bin Demang Singojudo Wirokencono bin Daeng Ario Wongso bin Tumenggung Nogowongso bin Pangeran Fatahillah dan seterusnya.

MASA KECIL JUSUF RONI
Jusuf Roni dalam khotbahnya di berbagai Gereja mengaku dididik dengan disiplin Islam yang keras di tengah-tengah lingkungan keluarga Muslim ta'at, sehingga jadilah ia seorang muslim yang fanatik. Ketika keluarganya pindah ke Bandung, ia masuk Pesantren Yayasan Pendidikan Islam (YPI) pimpinan  KH. Udung Abdurrahman yang terletak di Jalan Muhammad No. 16 Bandung, 

Padahal di Bandung tidak ada jalan bernama 'Muhammad', kecuali jika yang dimaksud adalah Jalan Muhammad Toha, atau Jalan Muhammad Ramdhan. Tapi itu tidak membuktikan bahwa pengakuannya benar, sebab lembaga pendidikan Islam yang dibentuk oleh KH. Udung Abdurrahman bukan bernama Yayasan Pendidikan Islam, tapi Yayasan Pesantren Islam, dan letaknya pun jauh dari kota Bandung, yakni di desa Cikoneng, salah satu Desa di Kecamatan Ciparay, sekitar 30KM arah tenggara kota Bandung. 

Ini menunjukkan bahwa pengakuannya pernah menjadi santri di padepokan KH. Udung Abdurrahman jelas cuma bualan kosong doang!  

Sesuai pengakuannya sendiri, sebelum murtad dan menjadi pemeluk Kristen, Jusuf Roni mengaku sebagai seorang aktifis Muslim yang gigih memperjuangkan Islam dalam berbagai kesempatan, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat. Ia juga mengklaim bahwa pernah menduduki seabreg jabatan di dunia dakwah Islam seperti di antaranya sebagai:

  1. Ketua Umum Serikat Pelajar Muslim Indonesia (SEPMI) kabupaten Bandung, Ketua-1 SEPMI wilayah Jawa Barat, Ketua Lembaga Dakwah SEPMI pusat
  2. Ketua Serikat Pendidikan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Bandung
  3. Angota Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia (GUSII) wilayah Jawa Barat
  4. Ketua Seksi Dakwah dan Pers Pemuda Muslim Indonesia wilayah Jawa Barat
  5. Anggota Dewan Pimpinan Harian Daerah (DPHD) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) konsulat Jawa Barat
  6. Pernah jadi juri MTQ Tingkat Nasional
  7. Pernah dididik di pesantren sampai aliyah, IKIP dan Universitas Islam Indonesia
  8. Pernah menjadi Wakil Sekretaris Jendral Organisasi Islam Sedunia.
Namun begitu, ia mengaku bahwa sebagai muslim, ia tidak pernah mengalami kepuasan rohani, hidupnya selalu gelisah, tidak tenang dan selalu diliputi oleh tanda tanya seputar kepastian keselamatan. Dalam situasi seperti itulah akhirnya dia terpikat oleh doktrin ”keselamatan yang pasti dalam Kristus" bahwa dosa manusia sudah ditebus oleh Yesus dengan cara mati mengenaskan sebagai manusia terkutuk, tergantung di tiang salib!

Tapi pada akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membuktikan bahwa segala pengakuan Jusuf Roni tentang keislamannya itu cuma kebohongan besar yang diilhami oleh ajaran Paulus dalam surat-surat mesranya kepada jemaat Roma;
"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7)
Kesaksian palsu Jususf Roni yang indah dan memikat itu memang sempat menggegerkan umat karena dipublikasikan melalui Gereja-Gereja lalu direkam (dalam kaset) dan diedarkan seluas-luasnya ke kalangan Muslim di berbagai kota besar Indonesia. Namun mirisnya, bukti-bukti yang kemudian muncul ternyata berkata lain. 
Jusuf Roni terbukti melakukan kebohongan publik dengan maksud-maksud penyesatan terhadap umat Islam melalui Kesaksian Palsu yang mengundang timbulnya SARA!
 
BUKTI KESAKSIAN PALSU JUSUF RONI:

  1. Berdasarkan Surat Keterangan dari Pusat Administrasi Akademi IKIP Bandung NO.259 P.T 25R.II 4/0/1979 tertanggal 22 Mei 1979 Jusuf Roni tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa IKIP Bandung.
  2. Surat Rektor Universitas Islam Indonesia Nusantara Bandung NO.78/R-UIN/D/V91997 tertanggal 2 September 1979 Jusuf Roni pun tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa UIN Bandung.
  3. Surat Kepala Kantor Direktorat Jendral Bina Tuna Warga Bandung nomor P.R.II.LL/D.P/2383/79 tertanggal 22 mei 1979 menyatakan bahwa Jusuf Roni sudah pernah meringkuk di penjara Banceuy Bandung dalam kasus tindak pidana. Jadi Jusuf Roni adalah seorang residivis alias Penjahat Kambuhan!
  4. Jusuf Roni bukan asli Palembang tapi sejatinya berdarah campuran China/Tionghoa.
  5. Mustahil ia pernah menjadi juri MTQ, Ketua Lembaga Dakwah Islam Jawa Barat, apalagi menjadi Wakil Sekjen Organisasi Islam Sedunia, karena Jusuf Roni ternyata tidak becus baca Al-Qur'an, juga tidak paham tata cara dan doa-doa shalat, bahkan tidak mampu membaca ayat-ayat sependek surah Al-Fatihah.
Maka tidak heran bila akhirnya pada tanggal 19 juli 1979 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan hukuman 6 tahun penjara kepada Si Pendusta ini karena terbukti melakukan tindak pidana subversi sebagaimana diatur dalam pasal 1 (1) ke 1 sub c Undang-Undang No. 11/PNPS/1963.

Itulah profil Jusuf Roni sang Pendeta Residivis yang setelah keluar dari penjara mendadak malah menjadi Rektor Apostolos!

Jadi, tidak seperti pengakuannya di sana-sini, bahwa ia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena murtad dari Islam, fakta yang sesungguhnya membuktikan bahwa satu-satunya alasan kenapa ia dijebloskan ke penjara selama 6 tahun itu adalah karena pendeta yang satu ini gemar banget "tipsani" alias tipu sana tipu sini!   

Bagi yang belum pernah bertemu dengan Jusuf Roni pasti akan terkaget-kaget, karena wajahnya terlihat jauh lebih Tionghoa dibandingkan dengan Tionghoa tulen seperti Mao Tse Tung ataupun Deng Xiaoping!

Al-Qur'an sendiri sudah berpesan kepada umat Islam agar senantiasa melakukan cross-check terhadap berita apapun yang diwartkan oleh orang-orang fasik.

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. 49:6)

Cerdas Cermat Ala Pendeta GKI vs Cantrik Sekolah Minggu GMDKK

Published on Facebook - August 29, 2018

JIKA YESUS TIDAK MEMBAWA AGAMA BARU, LALU AGAMA APAKAH YANG SEHARUSNYA DIIMANI OLEH UMAT YANG MENGAKU SEBAGAI PENGIKUT YESUS?

Simpulan om David Harlen tentang bagaimana umat kristen memandang "Kristen", buah adikarya ajaran Paulus, cukup menarik untuk dicermati!

Secara ringkas om David menegaskan bahwa umumnya pengikut Paulus sepakat untuk mengakui tiga hal berikut sebagai bagian penting dalam iman Kristen mereka:

1. Yesus tidak membawa agama baru,
2. Kristen bukan agama,
3. Agama tidak menyelamatkan.

CATATAN:
Urutan 2 & 3 sudah duluan digelar oleh om Gus dalam 2 trit terpisah tapi nampaknya merupakan kesatuan paket yang secara kitabiah membuktikan bahwa anggapan berbasis dogma gereja tsb ternyata tidak sesuai dengan ajaran dan harapan Yesus sendiri, dan lebih buruk lagi, kelak akan menjadi alasan utama yang mengantarkan seluruh pengikut Paulus dengan iman "menyimpang" model ini akan langsung diterjun bebaskan oleh malaikat Tuhan ke neraka!

REFERENSI

Tinggal tersisa urutan pertama, yakni keyakinan umat ini bahwa Yesus tidak membawa agama baru seperti ulasan ringkas berikut ini yang sudah lebih dulu saya publikasi di pondok Pak Edy Prayitno.

Tentang ini rasanya tidak ada satu netter Islampun yang akan protes apalagi menyangkal, mengingat baik alkitab maupun Al-Quran sama sama mengisyaratkan bahwa memang beliau tidak membawa risalah atau agama baru.

Pada awal dakwahnya, Yesus sudah memperkenalkan diri sebagai utusan Allah dengan satu satunya tugas seperti sabdanya: "Aku Diutus Hanya Kepada Domba-Domba yang Hilang dari Umat Israel” (Matius 15:24-28)

Perhatikan kata "hanya" dalam kalimat tsb. Jelas artinya Yesus tidak diutus oleh Allah untuk bangsa manapun di dunia ini kecuali bani Israel!

Berpijak pada dalil ini, maka jika kemudian dalam kitab kitab injil kanon disebutkan hal hal yang menyimpang dari tugas utama beliau, misalnya saja yang dapat kita temui dalam doktrin spektakuler gereja berjudul "amanat agung" berdasarkan catatan Matius 28:18, maka dapat dipastikan bahwa itu menyalahi kehendak Allah dan tugas utama Yesus sendiri!

ALASANNYA?
Allah tidak mungkin berdusta dan mencla mencle dalam setiap ketetapan-Nya, demikian pula Yesus sebagai utusan Allah kepada bani Israel, tidak mungkin kebablasan bertindak di luar batas tugas pokoknya. Jika Allah mengutus Yesus hanya kepada bani Israel, maka hanya kepada bani Israel lah Yesus diutus. Bukan kepada bangsa lainnya, apalagi bangsa indonesia yang tidak ada urusannya dengan bangsa Israel. Bukti tentang ini berserakan di dalam alkitab!
LALU, APA YANG DIMAKSUD DENGAN KALIMAT INI

"Domba-Domba yang Hilang dari Umat Israel"?

Jawabnya adalah bani Israel yang terpisah dari kelompoknya dan menyimpang dari jalan lurus (berupa petunjuk keselamatan dunia akhirat dari Allah) yang sudah ditunjukkan dan diajarkan oleh pendahulu Yesus, yaitu Musa.

SEPERTI APAKAH PETUNJUK ITU?
Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat, termasuk didalamnya hukum hukum yang diatur oleh kitab Taurat. Hukum dan ajaran dalam kitab inilah yang menjadikan pengikutnya dapat melaksanakan kehendak Allah sesuai dengan aturan/syariat yang dikehendaki oleh Allah.

Dalam teologi, definisi definisi terkait hal ini akan bermuara pada satu kata, yaitu agama.

BUKTINYA APA?
Yesus mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak sekali kali menyimpang dari tuntunan Taurat, bahkan beliau bersumpah tidak akan merobah satu titikpun dari seluruh kandungan kitab Taurat sampai langit runtuh, alias sampai datangnya hari kiamat! (Lihat Matius 5:17,18,20)

BAGAIMANA YESUS MEMBUKTIKAN SUMPAHNYA ITU?
Beliau menjalankan dan mengajarkan prinsip prinsip syariat monotheisme Musa sebagaimana Musa menjalankan dan mengajarkan prinsip prinsip syariat yang ditetapkan oleh Allah bagi dirinya dan bagi kaumnya.

JIKA DEMIKIAN, YESUS ADALAH PEMELUK SEBUAH AGAMA?
YA! Beliau pemeluk sangat ta'at agama monotheis yang diajarkan oleh Musa, yaitu agama yang dewasa ini dikenal sebagai agama Yahudi/Judaism, dan oleh karenanya mustahil akan mengajarkan hal hal yang melawan imannya sendiri seperti misalnya memperkenalkan doktrin Trinitas yang merupakan kutuk bagi setiap sendi dalam tatanan iman umat Yahudi/Judaism.
Kendati demikian, dibelakang hari kita mendapat "kabar baik" dari Al-Quran bahwa Yesus adalah seorang muslim. Akan tetapi karena hal ini sangat sulit untuk dipahami oleh seluruh pengikut Paulus, maka sebaiknya "kabar baik" ini kita sisihkan saja dulu untuk dibahas pada kesempatan dan topik lain.

BAGAIMANA DENGAN AJARAN KRISTEN YANG DIINISIASI OLEH PAULUS?
Ajaran Paulus berbeda dengan ajaran Yesus. Perbedaan paling mendasar adalah; jika Yesus tidak pernah merobah kandungan kitab Taurat dan karenanya tidak pernah menghilangkan barang satu titikpun dari isi kitab Taurat yang menjadi sumber ajarannya, maka Paulus justru meniadakan seluruh isi kitab Taurat dalam ajarannya!
JIKA DEMIKIAN, bagaimana dengan seluruh pengikut Paulus yang mengaku sebagai umat Kristen yang mereka yakini artinya adalah pengikut Yesus?

WHAT?
Pengikut Yesus?
Yang betul saja om!

Dapatkah anda sebutkan apa saja yang diikuti dan dilaksanakan secara sempurna oleh umat ini dari seluruh ajaran pokok Yesus yang konon katanya hanya diajarkan dalam kurun waktu selama tiga tahun saja?

Setahu saya TIDAK ADA!
Dan ini menjelaskan dengan sendirinya bahwa umat Kristen bukan pengikut Yesus!

Oleh karenanya, jika umat ini berharap, apalagi sampai PDGJ alias percaya diri gak jelas akan ikut terbawa masuk sorga yang dijanjikan oleh Allah melalui Yesus kepada pengikut setianya, maka harapan itu hanya akan tinggal sebagai angan angan kosong belaka!

Artinya, jika umat ini tidak segera bertaubat dalam arti yang sebenarnya (bukan menurut definisi yang dikarang oleh gereja), dan sedapat mungkin mengikuti segala petunjuk dan ajaran Yesus (dalam hal ini bagaimana menjalankan kehidupan umat beragama lebih baik dari para ahli Taurat dan kaum Farisi) maka tempat yang sesungguhnya sedang menanti mereka di akhirat nanti adalah NERAKA!

Demikian pesan Yesus, sang nabi Allah (pbuh)



Seorang pendeta Gereja Kristen Pasundan Tangerang, Gerry Indra Pratama, yang berkali kali MENANTANG SIAPA SAJA - termasuk saya - untuk debat dalam format H2H karena merasa tidak nyaman melihat catatan-catatan sejenis ini ditayangkan online, mungkin lebih karena khawatir iman jemaatnya dan jemaat sesama pendeta koleganya pada goyah, sengaja saya undang untuk mengupas tuntas catatan pendek diatas guna membuktikan bahwa paparan saya salah!

BAGAIMANA HASILNYA?
Berikut adalah dokumentasi dari apa yang mungkin dianggap sebagai H2H, namun mengingat demikian banyaknya pak pendeta TANDO (tanya tanya doang) daripada menjawab, saya pikir lebih tepat jika disebut sebagai LOMBA CERDAS CERMAT tingkat SMP wilayah kecamatan saja!
CATATAN:
Alur"lomba cerdas cermat" yang aslinya dalam format bancakan (baca: rame rame) ini terlalu panjang, bertele tele, dan sekalipun sudah disaring hingga yang tinggal hanya saya dan pak pendeta saja, namun tetap terasa sangat menjemukan. Lebih buruk lagi, nyaris tidak menyentuh pokok bahasan yang seharusnya dikupas tuntas oleh pak Pendeta! Karenanya, pembaca yang tidak tertarik untuk mengikuti jalannya dialog, saya anjurkan untuk langsung saja melihat Summarynya disini.











Saya akhiri sessi pertama ini dengan kesimpulan bahwa dari semua komentar muter muter yang bergulir - yang mau tidak mau terpaksa saya ikuti pula - terbukti pak pendeta kita ini;
  1. Luar biasa bertele tele dan buang buang waktu percuma cukup lama (lk. 1 jam) hanya sekedar untuk menentukan "aturan main" H2H saja. Padahal anak sekolah minggu sekalipun mengerti bahwa H2H punya aturan dasar yang baku, misalnya saja seperti yang dijelaskan secara ringkas dalam Peraturan H2H dengan GMDKK (lihat disni)
  2. Mengira dirinya mengerti Al-Quran, padahal pijakannya cuma dari hasil membaca atau mencermati sejumlah terjemah kajian dan terjemah tafsir segelintir mufassir dari sekian banyak mufassir masyhur lainnya yang bertebaran di internet. Namun kenyataannya tidak demikian,
  3. Menolak mengakui bahwa Musa beragama, dan menegaskan bahwa 5 kitab utama dalam Torah Musa (Beresyit, Syemot, Wayiqra, Benidbar, Debarim) bukan kitab ajaran yang mengatur hubungan antara Tuhan dengan manusia - yang dalam pengertian universal sama artinya dengan agama - tapi cuma sebatas kitab yang menjelaskan bagaimana Tuhan mengurus manusia saja. (Buktikan sendiri kebenarannya disini).
  4. Menjadikan QS. 22:40 sebagai pembenar bahwa pengikut nabi Isa alayhi salam beribadah di gereja. Padahal konteks ayat bukan tentang siapa yang beribadat di gereja, akan tetapi tentang dibenarkannya umat Muslim berperang melawan musuh yang mendzalimi mereka setelah mereka meninggalkan agama lamannya untuk menjadi orang yang hanya menyembah satu satunya Tuhan semesta alam, yaitu Allah SWT. (Lihat tafsir ayat disini).
  5. Tidak mengerti apa dan bagaimana riwayat yang melatarbelakangi QS 22:40 yang dicopasnya sendiri dengan asumsi bahwa Kristen - dalam hal ini ajaran Yesus yang dimodifikasi habis habisan oleh Paulus - direstui oleh Allah SWT karena ada kata "gereja" yang disebut sebut didalamnya,
  6. Tidak akrab dengan etika umumnya debater madya yang biasanya cukup menautkan URL link dari bacaan tertentu guna mendukung penjelasannya. Sementara pak pendeta kita lebih memilih mengcopas seluruh teks dari artikel yang dirujuknya sehingga kolom komentar tampak menyerupai sebuah halaman surat kabar!
  7. Menyamakan sosok nabi Isa Alayhi Salam dalam Al-Quran sebagai Yesus Kristus dalam Alkitab,
  8. Tidak tahu, atau pura pura tidak tahu di rumah ibadat mana sebenarnya seumur hidupnya Yesus pergi beribadah,
  9. Berusaha mengaburkan pertanyaan "dimanakah Yesus beribadat?" dengan mengganti Yesus dengan pengikut Yesus yang menurut keyakinannya beribadah di gereja, guna menjustifikasi dogma kristen bahwa Yesus identik dengan gereja,
  10. LOLA (loading lambat), muter muter, dan lebih banyak TANDO (tanya tanya doang) ketimbang menjawab,
  11. Waktu selama 4 jam penuh yang saya berikan sebagai ganti 2x60 menit yang diusulkannya ternyata sama sekali tidak menolongnya untuk menjawab sebuah pertanyaan mudah; "dimanakah Yesus dan Musa beribadah?"
Tapi nampaknya 4 jam penuh yang disediakan untuk pak pendeta ini tidak cukup baginya, karena ternyata waktu selama itu tidak memberinya peluang untuk membuat lawan debat "terjungkal" seperti angan angannya. Karena itu meskipun pertunjukan "lomba cerdas cermat" bagian awal di atas telah saya sudahi, tapi dia masih "mengejar" dengan sederet TANDO lainnya yang diberinya label sebagai "selingan" seperti dapat disimak alur dialognya berikut ini, atau langsung saja lihat summarynya disini:





Sampai disini, tiba tiba saja pak pendeta mengambil inisiatif untuk menghentikan semua TANDO nya dan menyudahi sendiri usahanya untuk membuktikan bahwa topik yang saya paparkan diatas salah. Boleh jadi karena komentar terakhir saya yang ditutup dengan kata "(bersambung)", atau sangat boleh jadi karena kesal menunggu "jebakan betmen" yang ditebarnya tidak kunjung menuai hasil.

BTW, dari dialog pada sessi "selingan" ini, menurut hemat saya pak pendeta kita ini:
  1. Salah lagi dalam "menafsirkan sesuai selera sendiri" ayat-ayat Al-Quran Al-Karim, dalam hal ini menyelisihi tafsir QS. 6:161; QS 16:124; QS. 3:50; QS. 49:13. Namun khusus untuk ini saya membuka lebar kesempatan baginya untuk membahas lebih lanjut ayat-ayat dimaksud bila memang diinginkannya.
  2. Stereotype dengan umumnya umat kristen abangan, pendeta kita ini juga sama abangannya dengan mereka karena beranggapan bahwa sejak jaman Nabi Adam As hingga jaman Nabi Ibrahim As dan semua keturunannya, Allah hanya perduli pada bangsa Israel, sehingga segala bentuk ajaran Allah kepada manusia hanya dikenal oleh manusia di seputar Israel saja. Nalarnya tidak sempat berpikir bahwa pada jaman bangsa Israel baru mulai tumbuh sekalipun, sesungguhnya di seluruh permukaan bumi ini sudah tersebar berbagai bangsa-bangsa lain yang juga mengenal Allah melalui para pembawa "kabar baik" yang diutus oleh Allah kepada mereka (lihat penjelasannya disini).
  3. Tidak menemukan alasan berdasar dalil-dalil alkitabnya sendiri bahwa Abraham, Musa, dan Yesus adalah para nabi utusan Allah yang membawa dan mengajarkan agama dari Allah yang sama.
  4. Tidak tahu, atau pura pura tidak tahu bahwa dalam bahasa Arab, arti "Islam" dan arti "Muslim" menurut terminologi Al-Quran adalah agama yang diimani oleh orang-orang yang tunduk, patuh, dan berserah diri sepenuhnya pada kekuasaan satu-satunya Tuhan semesta alam, yaitu Allah SWT (lihat penjelasannya disini).
  5. Merasa sudah menjawab tantangan TS dan memutuskan untuk tidak kembali lagi guna melanjutkan bagian-bagian yang sama sekali belum ditanggapinya. Dalam dunia debat, pilihan sikap seperti ini biasa disebut MUNTABER, atau mundur tanpa berita, alias NGACIR dari tantangan!
Namun lucunya, setelah hampir setengah tahun berlalu, ujug ujug pak pendeta kita mampir lagi cuma untuk menunjukkan rasa frustrasinya sendiri karena bingung bagaimana memposisikan nabi Musa Alayhi Salam dan nabi Isa Alayhi Salam serta Yesus Kristus pada tempat yang benar. Artinya, setelah hampir setengah tahun berlalupun, ternyata pendeta kita ini masih belum mampu menjawab dengan pasti, sebenarnya Yesus beragama apa!






SUMMARY

CATATAN KHUSUS
  1. Catatan lain yang perlu saya tambahkan disini adalah kebiasaan pak pendeta kita ini yang jika sudah kepepet, biasanya langsung menantang oponennya untuk H2H (debat satu lawan satu). Sekilas memang terkesan keren, tapi syarat utama yang selanjutnya dia ajukan adalah; debatnya harus di grup terbuka. Artinya, di gelanggang terbuka dimana tentu saja setiap member grup berhak untuk ikut berkomentar. Dengan demikian praktis tidak ada yang dapat mengendalikan debat model bancakan yang begulir (kecuali admin grup yang kita semua tahu tidak selamanya punya cukup waktu untuk itu) sehingga topik utama yang seyogyanya dibahas pun menjadi bias kesana kemari!
  2. Strategy "tricky" di atas sudah lama menjadi andalannya, karena bila tokh akhirnya harus mengalami nasib apes dibikin nyungsep, dengan enteng dia akan berdalih "dikeroyok", atau jika diskusi berlangsung ngalor ngidul seperti yang selalu diharapkannya, maka dengan jumawa dia akan berkali kali menyebut dirinya sedang "debat rame rame" dengan sekian banyak lawan. Itu sebabnya kenapa pendeta kita ini tidak pernah berani menerima tantangan H2H dari siapapun, bila gelanggang yang disediakan memang murni untuk H2H, dimana tidak ada member lain yang akan ikut "meramaikan" dialog seperti yang diharapkannya. Alasan penolakannya bisa macam macam, tapi yang paling sering dikemukakannya adalah "saya tidak bersedia debat dengan akun abal abal", atau "saya membatasi diri untuk debat hanya di grup tertentu dan dengan orang orang tertentu saja". Dengan dalih ini kemudian diapun merasa sah sah saja untuk memblokir akun siapapun yang dianggapnya "membahayakan" reputasinya sebagai seorang pendeta, karena tidak mustahil akun sial yang dia blokir sebenarnya mampu membuatnya "terjungkal" dalam debat! 
  3. Berdasarkan catatan No. 2 diatas, maka secara eksplisit kita bisa melihat bahwa sesungguhnya pendeta kita ini bukan Pendeta jenis "warior", apalagi bila ada yang sempat memperhatikan betapa seringnya dia "mewek" ke admin grup jika sudah terperangkap pada posisi babak belur dibully oleh oponennya dalam "debat rame rame" kesukaannya sendiri. Dengan kata lain, pak pendeta ini bukan tipikal pemberani (jika "pengecut" dianggap terlalu berlebihan untuk disematkan padanya).
  4. Sedangkan dari dokumentasi "lomba cerdas cermat" diatas, bukti lain yang terlihat cukup jelas adalah bahwa pak pendeta kita ini tampaknya tidak sepenuhnya paham apa itu H2H, yang mungkin dalam benaknya sama saja dengan lomba cerdas cermat tingkat kecamatan!
  5. Adapun 60 menit time frame yang untuk gagah gagahan selalu disyaratkannya dalam setiap tantangan H2H kepada oponen - seolah olah dia sangat menguasai materi apapun yang akan diperdebatkan - terbukti, dan terbukti lagi, cuma pepesan kosong! Jangankan 60 menit, nyatanya 4 jam waktu yang disediakan untuk digunakannya sendiri dalam Sessi Pertama diatas saja, sebagai contoh, terbukti sama sekali tidak menolongnya untuk menjawab dengan pasti satu pertanyaan mudah, semisal dimana Yesus dan Musa beribadah?
Demikian dokumentasi "lomba cerdas cermat" ini saya arsipkan dari salahsatu TS saya disini guna memenuhi desakan dari teman teman di Sekolah Minggu GMDKK untuk digunakan seperlunya.

Sangat boleh jadi apa yang saya paparkan diatas bersifat subjektif, dan karenanya, saya berharap ada diantara pembaca yang mengetahui duduk perkara sebenarya bersedia mengoreksi, apalagi jika koreksi itu datang dari pak pendeta sendiri.
Sebagai penutup, sekedar untuk diketahui bersama saja, belum lama ini akun saya juga termasuk salahsatu dari sekian banyak akun-akun yang diblokir oleh pak pendeta tanpa alasan jelas. Kendati demikian, dengan memperhatikan fakta fakta diatas, saya menduga kuat karena pak pendeta tidak siap untuk bertemu saya lagi guna melanjutkan sessi yang terputus diatas, atau lebih buruk lagi, tidak siap untuk menerima tantangan H2H serius berikutnya dari saya - wallahu a'lam bisyawwab.

Semoga berguna!


[Bagus Pamungkas]